Masa Depan Delphi

March 7, 2006 at 7:30 am | Posted in News & Events | 3 Comments

by: Jaimy Azle

artikel ini merupakan kutipan dari: Jaimy – masa depan delphi

Berita tentang putusan Borland untuk menjual jajaran produk Software Development Toolnya sebenarnya sudah bukan lagi berita baru, beberapa hari yang lalu saya pernah mempostingkannya di weblog delphi saya tentang hal ini. Berikut adalah kutipan pernyataan dari Borland:

Borland announced plans to seek a buyer for the portion of its business associated with the Integrated Development Environment (IDE), including the award-winning Borland Developer Studio (Delphi®, C++Builder® and C#Builder®) and JBuilder® product lines.

Borland Announces Plan to Divest IDE Product Lines

Namun tetap saja ini merupakan hal yang menarik untuk terus dikupas, bagaimanapun produk-produk borland sangat akrab dengan kehidupan saya semenjak jaman produk-produk “turbo” dengan Turbo Pascal, Turbo/Borland C/C++, Turbo Assembler belasan tahun silam hingga RAD Tool Delphi, C++ Builder saat ini. Kesemua jajaran produk borland tersebut pernah berjaya sebagai produk-produk unggulan di masanya.

superhero.jpg

Sebagai contoh Borland Delphi, terlepas dari permasalahan minimnya portabilitas antar platform, dan ketidakadaan acuan standar atas bahasa ini, Delphi merupakan salah satu bahasa yang sangat fleksibel digunakan untuk mengembangkan aplikasi diatas sistem operasi Windows dengan arsitektur dan kemudahan seperti yang dimiliki oleh Visual Basic namun dengan kemampuan bahasa yang sangat jauh meninggalkan pesaingnya tersebut.

Jauh sebelum datangnya C# (sebagai bahasa baru yang banyak mengadopsi konsepsi RAD delphi), delphi sudah mampu digunakan untuk membangun aplikasi dari skalabilitas aplikasi desktop biasa, hingga aplikasi multi-tier. XML/RPC, SOAP, Web Service bukanlah hal yang baru dalam pemrograman delphi. Apalagi dengan ditunjang dengan komunitas vendor-vendor Third-Party yang solid membuat Bahasa ini memiliki komunitas yang solid.

Namun demikian, penetrasi bahasa ini bisa terbilang kecil. Borland sebagai vendor atas produk Delphi menggunakan metode pemasaran yang dapat dikatakan unik dan nyentrik. Hampir bisa dikatakan sepertinya borland puas dengan mendapatkan sejumlah kecil komunitas yang loyal ketimbang melakukan “market-push” seperti yang dilakukan oleh pesaingnya (microsoft).

Akibatnya, meski sebenarnya sesuai antara harga dan kualitas, biaya kepemilikan kompiler delphi bisa dikatakan terbilang tinggi, terutama jika dibandingkan langsung dengan pesaingnya (Visual Studio). Hal ini membuat peminat delphi benar-benar menjadi semakin terbatas dan pada akhirnya menjadikan kontribusi jajaran produk IDE terhadap pendapatan borland menjadi semakin kecil.

Semakin sulit bagi Borland untuk mempertahankan jajaran produk compiler dan IDE sebagai profit opportunity dalam lingkup Borland sebagai perusahaan yang cukup besar yang harus pula mampu menjamin eksistensinya. Borland pada akhirnya menemukan bahwa lingkup ALM (Application Lifecycle Management) dan SDO (Software Delivery Optimization) sebagai layer yang berada di atas core software development lebih menjanjikan eksistensi perusahaan.

Mempertahankan jajaran produk IDE yang menghasilkan pendapatan hanya sekitar 30% namun membutuhkan perhatian yang sama besarnya dengan ALM dan SDO menjadi dilema bagi Borland selama waktu terakhir. Hingga akhirnya muncul penawaran yang dilakukan oleh Robert Coates untuk mengambil alih kepemilikian Delphi namun pada akhirnya ditolak oleh borland. Beragam spekulasi muncul sebagai dasar alasan atas penolakan tersebut, namun sepertinya isu terhadap sejarah Robert Coates sebagai mantan CEO borland sebelumnya yang cukup kelam sepertinya paling dominan.

Masuknya Tod Neilson menggantikan Fuller sebagai CEO Borland pada akhirnya membawa pula angin perubahan. Seiring dengan diakuisisinya Segue Software, Borland pada akhirnya memantapkan langkahnya untuk secara penuh berkonsentrasi dalam ALM dan SDO yang memberikan oportuniti bisnis yang lebih baik dan menegaskan akan melepaskan jajaran produk IDE yang telah membesarkan Borland hingga saat ini.

Keputusan ini bukanlah satu pertanda akhir/kematian dari Delphi sebagai bahasa pemrograman. Justru sebaliknya, tokoh-tokoh kunci yang berada di balik pengembangan Delphi justru bergembira dengan keputusan tersebut karena bagaimanapun, Borland sebagai sebuah tempat bernaung, saat ini telah menjadi terlalu besar dan tidak cukup fleksibel bagi pengembangan delphi yang terus bergeliat.

John Kaster – Exciting times for Borland’s developer tools
Adam Markowitz – Sojourn of Delphi

David Intersimone – Borland plans separate company for …

Anders Ohlsson – It’s a fabulous day

Benar, masih terlalu dini bagi Delphi untuk mati. Keputusan borland merupakan bisa dianggap sebagai keputusan terbaik dan pilihan terbaik pula bagi pengembangan Delphi di masa depan. Artikel lain:

Referensi terkait:

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] Ada satu keadaan yang menarik setelah Borland mengumumkan untuk menjual jajaran produk IDE-nya beberapa waktu lalu adalah munculnya golongan yang setuju dengan ide untuk mengopensourcekan Delphi dan golongan yang menentang ide tersebut. Golongan yang mendukung ide untuk mengopensourcekan delphi bahkan telah melangkah lebih jauh dengan menggalang dana untuk membeli kepemilikan Delphi dengan tujuan untuk mengopensourcekannya. […]

  2. saya sangat enggan beralih dengan bahasa pemrograman lain, jadi mudah-mudahan bahasa pemrograman Delphi masih bisa eksis.

  3. Tidak mengerti…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: